Accu Mobil

Untuk accu mobil (automotive battery) sebenarnya memang dibagi atas 2 macam:
  1. Dry Charge battery: Accu jenis ini adalah accu conventional biasa, yang bila ingin digunakan harus diisi dulu dengan accu zuur agar platnya terendam dan bisa berfungsi.Di masyarakat kita dikenal dengan sebutan: accu basah.
  2.  Sealed Maintenance Free battery:
  •  Accu jenis ini adalah accu yang lebih tinggi teknologinya yakni dengan menggunakan campuran calcium (Ca), sementara di accu conventional hanya menggunakan timbal (Pb) biasa. Karena calcium dapat menahan penguapan lebih tinggi dibanding timbal, maka cairan di accu akan lebih rendah penguapannya, yang berarti secara jangka panjang umur accu akan lebih lama/ lebih awet.
  • Selain itu agar semakin rendah lagi penguapannya, jalur penguapan di accu jenis ini dibuat panjang dan berliku-liku, dimana hanya ada 2 lubang kecil untuk penguapannya, yakni di samping kiri dan kanan sebelah atas (pada bagian tutup accu ini), tidak seperti jenis accu conventional yang lubang penguapannya ada lebih banyak, yakni 6 buah di tiap tutup pada 6 sel accunya. Dengan demikian, penguapan yang terjadi benar-benar hanya uap saja, sedangkan cairannya akan “terperangkap” di saluran yang dibuat berliku-liku tadi, dan akan kembali “turun”, sehingga cairan zuur tidak akan ikut (banyak) menguap seperti di accu jenis conventional.
Karena 2 terobosan baru diatas, maka accu jenis ini yang jelas-jelas jauh lebih rendah penguapannya dibanding accu conventional, sekalian dibuat tertutup (Sealed), sehingga diclaim sebagai “Maintenance Free” (bebas perawatan – maksudnya menambah air accu yang hilang karena menguap bersama uap karena panas”.
Jadi singkatnya, untuk accu jenis ini, sekali pasang tidak perlu dirawat (dicek tinggi level zuurnya dan ditambah air accu bila kurang) seperti di accu jenis conventional, dan bila masa pakai berakhir (“material aktif” di dalam plat accu sudah habis terpakai) tinggal langsung dibuang saja.
Tapi perlu diperhatikan, meski relatif praktis dari segi perawatan yang tidak perlu perawatan (maintenance free), namun accu jenis ini sangat rentan bila disimpan lama (3 bulan atau lebih) tanpa di re-charge akan turun “kekuatannya”. Dikhawatirkan bila kita beli baru accu jenis ini di toko, dan kondisi accu belum dicharge selama 3 bulan atau lebih, voltasenya sudah menurun di tingkat dibawah normal (normal voltage accu otomotif = 12,6 V diukur dengan voltmeter), maka masa pakai di kendaraan akan jauh lebih singkat.
Hal ini terjadi karena dibawah voltase 12,6 (kalau gak salah mulai 12,4V kebawah) calcium akan terkorosi terus selama accu tersebut belum dicharge, makin lama makin turun voltasenya makin korosi calciumnya, maka sekalipun dicharge ulang atau secara otomatis recharge di mobil, tetap tidak akan optimal karena calciumnya sudah korosi (keropos) sehingga tidak dapat mengantar/ menghasilkan arus dengan baik lagi sesuai fungsi seharusnya sebagai accu, lama-lama akan tekor dan cepat soak.
Oleh sebab itu, sangat disarankan bila membeli accu jenis ini, diperhatikan dulu bahwa voltasenya masih 12,6V ke atas (ideal bisa sampai 12,9V untuk accu jenis ini), dan adalah hal konsumen meminta accu ini ditest voltasenya saat kita beli.
Selain 2 jenis accu tersebut diatas, dalam meng-edukasi masyarakat beralih dari jenis accu Dry Charge ke Sealed Maintenance Free, muncullah accu Wet Charge yakni accu Dry Charge yang telah terisi accu zuur sehingga dapat langsung digunakan (seperti pengalaman di negara-negara Singapura, Malaysia, dll), seperti halnya bila kita beli mobil baru, accunya sudah Wet Charge dari pabrik accu.
Namun accu ini memiliki kelemahan sangat besar di toko sebelum terjual karena sudah terisi zuur maka bila tidak digunakan akan cepat turun voltasenya.
Oleh sebab itu, di Indonesia yang sangat tinggi kadar penguapannya karena negara tropis yang berada di garis khatulistiwa, membuat terobosan accu Wet Charge ini dibuat campuran antara timbal (Pb) dan calcium (Ca), yakni ada pencampuran setengah untuk bahan calcium di salah satu poolnya, agar laju penguapan tidak terlalu secepat bila hanya pakai timbal (Pb) saja.
Jadilah accu ini menjadi “setengah Maintenance Free”, namun tidak tertutup (Sealed), dan dinamakan jenis “Hybrid” (gabungan/ setengah-setengah). Accu jenis Hybrid ini karena telah terisi zuur juga memiliki kelemahan akan turun voltasenya bila tidak terjual/ terpakai dalam masa 2-3 bulan tadi, hanya saja tidak akan secepat accu Wet Charge.
Sehingga merk GS sebagai pelopor accu jenis ini melakukan re-charging (menarik kembali accu ini di toko atau bengkel jika sudah tiba masanya harus direcharge).
Karenanya tetap periksa kadar voltase accu jenis ini sebelum digunakan, harus ideal minimal di 12,6 volt, agar memastikan kondisi accu masih prima. Dan jangan lupa, karena accu jenis Hybrid ini juga masih tergolong setengah conventional dan belum MF penuh, maka tetap periksa tinggi zuur agar tetap merendam plat, dan tambahkan air accu bila sudah berkurang dari top levelnya agar accu tetap awet.
taken from milis soluner…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s