Kemacetan Jakarta

Kemacetan di kota tercinta Jakarta itu adalah hal yang lumrah bagi pengguna jalan. Hal ini sudah berlangsung sejak lama sekali bahkan dari saya sendiri masih sekolah.
Pada pagi hari dari jam 6 sampe jam 10 dari hari Senin sampe Jumat adalah waktu kemacetan reguler tiap pagi hari kerja. Sore hari dari jam 16.30 sampe jam 20.00 bahkan lebih disebut kmacetan sore hari.

Yang jadi sorotan saya adalah kemacetan di pagi hari, karena pada pagi hari adalah waktu kita berangkat menuju tempat aktivitas. Pernah ga mengalami pagi hari kena macet sampe kantor telat, tampang lecek badan cape karena macet dijalan? Sering??
Hehehehe… Saya juga sering mengalami hal itu. Logikanya gimana kita bisa produktif apa bila energi kita sudah terkuras duluan setelah kena macet. Itu bagi yang kerja, gimana dengan anak sekolahan?
Gimana mereka siap belajar dengan kondisi cape dijalan?
Semuanya akibat macet…macet…dan macet.

Banyak orang mengeluh, “kapaan yah Jakarta ga macet?”.
Solusinya??
Pemda DKI, Polisi, dan bagian terkait sudah mencoba berbagai macam solusi. Contohnya :

  • Penggunaan jalan dengan sistem 3 in 1.
  • Pengadaan jalur busway.
  • Pengaturan jam masuk sekolah.

Dari ketiga contoh di atas sayangnya tidak menyelesaikan masalah. Kenapa? Karena tidak serius. Siapa yang tidak serius? Semuanya.
Pemda dan polisi bikin aturan 3 in 1 dari zaman baheula sampe sekarang itu-itu aja. Jalan yang diterapin 3 in 1 ga nambah-nambah. Seharusnya khan seiring berkembangnya pemukiman dan bertambahnya kendaraan bermotor jalan dengan peraturan 3 in 1 bertambah juga.
Jalur busway, dimasukin sama kendaraan-kendaraan pribadi. Bus Transjakarta yang penuh sesak. Tetap kena macet karena terhalang kendaraan yg lewat jalurnya. Jadi pada males naik busway.
Dan yang terakhir, yang menurut saya paling parah tidak serius adalah perubahan jam masuk anak sekolah. Sekolah yang biasanya masuk jam 7.00 pagi diubah menjadi 6.30. Alasannya menurut Bang Foke gubernur DKI, kemacetan Jakarta diakibatkan persamaan waktu antara anak sekolah dan pekerja. Jadi Bang Foke pikir dengan dibaginya peruntukan jalan untuk anak sekolah dan pekerja kantoran maka beban jalan akan terbagi. Tapi apa dampaknya?

Dampaknya anak sekolah banyak yang telat masuk kelas, mereka tetap kena macet, karena toh pekerja kantoran yang rumahnya di pinggiran kota mereka akan berangkat pagi-pagi sekali. Jadi bukannya menyelesaikan masalah malah nambah masalah.

Kesimpulannya adalah dari ketiga solusi diatas masih perlu banyak lagi improvment untuk mengoptimalkan peraturan yang sudah terlanjur dibuat. Saran dari saya pribadi sebagai pengguna jalan ibukota DKI yang selalu kena macet pagi dan sore hari adalah :

  • Penambahan ruas jalan untuk 3 in 1, contohnya : jalan Ambasador sepertinya perlu diberlakukan 3 in 1.
  • Jalur busway, penambahan bus transjakarta dan diperketat peruntukan jalur busway ini hanya khusus untuk bus transjakarta
  • Pengaturan jam masuk sekolah, kalo mau dibagi peruntukan jalan supaya beban jalan terbagi sebaiknya anak sekolah masuk jam 09.00 pagi. Orang kantoran sudah sampe kantor, anak sekolah berangkat sekolah. Dan anak sekolah ga akan telat masuk kelas dan tidak akan ketinggalan pelajaran.

Itu saja lah tulisan dari saya…. cape kena macet

2 thoughts on “Kemacetan Jakarta

  1. Bila mom mengatakan:

    Kalau menurut saya,sebagai bagian dari commuter jabotabek ada beberapa hal lagi yang perlu jadi perhatian pemerintah untuk mengatasi kemacetan yang semakin menggila
    Pertama : Diversifikasi /pembagian pusat perkantoran. Misalnya Pusat Pemerintahan dan Pusat Bisnis tidak semuanya berpusat di Jakarta.
    Kedua : Infrastruktur / Kualitas dari jalanan yang ada. Ini sumber kemacetan yang seharusnya pemerintah bisa tanggulangi secara cepat.

    Btw:
    Buat Bang Pepen jalan depan komplek BULOG Jatiwarna Bekasi rusak parah tuh. Bisa2nya masang spanduk adipura di jalan ancur gitu!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s